Peserta Jambore Dan Bhakti Sosial TAGANA Mulai Berdatangan


Manado (23/10) - Jambore dan Bhakti Sosial Taruna Siaga Bencana (TAGANA) tahun 2017 akan berlangsung selama lima hari dimulai hari ini, Senin (23/10) sampai dengan Jumat (27/10) di Sulawesi Utara. Terlihat Para peserta yang merupakan utusan masing - masing provinsi seluruh Indonesia mulai berdatangan.

Jambore dan Bhakti Sosial Taruna Siaga Bencana (TAGANA) menjadi ajang pembinaan serta konsolidasi Tagana tingkat nasional sekaligus berbagi informasi dan pengembangan kerjasama Tagana dengan relawan serumpun di ASEAN +3.

Sambut Jambore Tagana, Animo Tagana Se-Indonesia Luar Biasa

Minahasa (23/10) - Tondano akan menjadi saksi komitmen dari Tagana dan relawan yang datang dari 13 negara sahabat, mereka akan membulatkan tekad, menyatukan visi dan memantapkan persatuan antar sesama anak bangsa yang peduli terhadap kemanusiaan. Animo Tagana terhadap Kegiatan Jambore Tagana sangat luar biasa, dengan support dari para pemangku kebijakan di daerah masing-masing yang mampu membakar semangat juang para Tagana. Jambore Tagana sebagai ajang pertukaran informasi dan memberikan motivasi kepada setiap insan yang peduli terhadap sesama yang terkena musibah bencana.

Tagana Sulawesi Barat : Rela Jalan Darat 4 Hari 3 Malam Untuk Mengikuti Jambore Tagana di Tondano

Tomohon (23/10) - Jarak tempuh tidak menghalangi niat TAGANA Sulawesi Barat untuk berpartisipasi pada kegiatan Jambore Nasional tagana ke 11 yang diadakan di Stadion Mahesa Tondano, Tomohon, Minahasa, Sulawesi utara. “Kami jalan darat selama 4 hari 3 malam untuk mengikuti Jambore Tagana di Tondano”,kata Koordinator Tagana Sulawesi Barat Rismanto di Lokasi Jambore Tagana.
 

Bersatu Menanggulangi Bencana

Jakarta (22/10) - “Beragam Untuk Bersatu, Bersatu Untuk Menanggulangi Bencana”, makna yang akan ditanamkan di lubuk sanubari para relawan penanggulangan bencana yang akan berkumpul di Tomohon dan Minahasa. Selama empat hari para pegiat kemanusiaan akan menunjukkan komitmen dan bhaktinya kepada ibu pertiwi.

Falsafah hidup masyarakat Minahasa yang digaungkan oleh Putra Terbaik Indonesia asal Sulawesi Utara, Dr. Sam Ratulangi “Si Tou Timou Tumou Tou” yang berarti “Manusia Hidup Untuk Menghidupi (sesama) orang lain” akan mewarnai tiap individu yang peduli terhadap orang lain.

Keterbatasan Bukan Halangan Untuk Meraih Kesuksesan

Kedatangan Panji Surya Putra atau yang biasa kita kenal dengan panggilan beken Surya Sahetapy, putera ketiga dari penyanyi Dewi Yull dan aktor Ray Sahetapy di Kendari merupakan hal yang tidak pernah terbayangkan oleh para Penerima Manfaat (PM) disabilitas rungu wicara Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) “Meohai” Kendari, Kamis, 19 Oktober 2017.

PKH Menjadi Dasar Penargetan Program

 
Jakarta (20/10) - PKH sebagai program perlindungan sosial yang berfokus pada perbaikan kualitas hidup dasar masyarakat miskin akan menjadi dasar penargetan program-program jaminan dan perlindungan sosial lainnya. 
 
“Keluarga penerima manfaat  PKH seharusnya juga menerima BPNT atau Rastra, anak mereka menerima Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, subsidi listrik dan bantuan pemberdayaan berupa e-Warong KUBE PKH”, terang Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat pada breakfast meeting pagi ini. 
 

Peminat Pendamping PKH Membludak

Jakarta (19/10) - Pendaftar calon Pendamping dan Operator Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia mencapai 409.005 orang. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menjelaskan dari jumlah tersebut sebanyak 263.492 orang yang telah melengkapi persyaratan administrasinya secara online hingga batas pendaftaran pukul 00.00 semalam.