Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak melakukan reintegrasi sosial kepada keluarga Heriyanto atau yang lebih dikenal dengan nama Joni Pesek (55 tahun). Kasus Joni Pesek sempat menjadi buah bibir di masyarakat beberapa waktu lalu karena istrinya melahirkan anak ketiga di gang kecil di daerah Gedong Panjang Tambora Jakarta Barat.

Berita tersebut segera menyebar di dunia maya dan menjadi pemberitaan di media massa, mengetahui kondisi demikian Tim Reaksi Cepat (TRC) Kementerian Sosial langsung bergerak cepat untuk memberikan pertolongan kepada Keluarga Joni Pesek, terutama anak-anak Joni Pesek agar mendapatkan perlindungan dan kehidupan yang lebih layak. TRC segera membawa keluarga tersebut ke rumah aman milik Kementerian Sosial, yaitu Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus Jakarta.

Di dalam RPSA Bambu Apus Aisyah atau Isa (30 tahun), istri dari Joni Pesek dan anak – anaknya mendapatkan pelayanan rehabilitasi dan perawatan intensif dari pengasuh RPSA Bambu Apus. Sari (1 bulan) anak ke 3 Joni dan Isa mendapatkan pengasuhan dan pemeriksaan bayi di RSUD Pasar Rebo. Lisa (8 tahun) dan Santi (5 tahun) anak pertama dan kedua Joni diikutsertakan belajar di SLB – E Panti Sosial Marsudi Putera (PSMP) Handayani Jakarta dan Isa mendapatkan bimbingan keterampilan, seperti mencuci baju, mencuci peralatan makan, menyapu, mengepel lantai dan merapihkan tempat tidur dan lemari.

Selama 3 bulan mereka di rawat di RPSA Bambu Apus, perkembangan fisik dan psikis mereka makin baik. Dibantu Kementerian Sosial dan Kelurahan Tambora Jakarta Barat Joni dan Isa juga melegalisasi pernikahan mereka, keluarga Joni dan Isa juga mendapat bantuan kedaruratan untuk memenuhi kebutuhan pokok tiga anak Joni, masing – masing Rp. 500.000; dan bantuan perbaikan rumah dari Direktorat Rehabilitasi Anak sebesar Rp. 20.000.000;

Selasa, 3 Oktober 2017 lalu Keluarga Joni Pesek dan Isa merasakan kebahagian yang luar biasa karena hari itu mendapatkan anugerah terindah dalam hidupnya. Kementerian Sosial dan Pemerintah DKI Jakarta memberikan bantuan Hibah Dalam Negeri dengan mendirikan rumah Tat Twam Asi untuk keluarga Joni dan Isa. Pemerintah hadir untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan/hak dasar anak-anak jalanan dan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) beserta keuarganya. Diharapkan dengan mereka tinggal di rumah Tat Twam Asi, mereka dapat hidup lebih layak dan anak – anak dapat bersekolah dengan tenang tanpa harus hidup mengelandang kembali.

Penulis Berita: 
Yani
Fotografer: 
Syarif